Baru untuk 2017: Mercedes-Benz bisa ditarik dari Gaikindo

Sebab, sejak Mei 2017, MBI berhenti melaporkan data grosir ke Gaikindo (asosiasi industri mobil Indonesia). Meski dari Januari hingga April 2017, MBI masih membayar angka penjualan grosir seperti ahli Gaikindo lainnya. Dalam waktu 4 bulan itu terjual secara grosir, MBI tercatat 1.380 unit. Tapi dari bulan Mei sampai November, MBI tiba-tiba berhenti dengan laporan penjualan grosir. Apa yang terjadi.

Ini adalah “Automotive News of 2017”, bukan Wuling atau Xpander. Mari kita mulai dengan pepatah “Dimana bumi berbohong, di mana langit didukung”. Pepatah ini tidak lagi sesuai dengan PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI), sementara merek ini beroperasi dengan jelas di Indonesia, mulai dari rakitan lokal hingga penjualan.

Ini bukan pertama kalinya MBI melakukan tindakan yang tidak dapat diperbaiki tersebut. Mercedes-Benz belum pernah melakukan hal yang sama di tahun 2012. Kasus yang sama, saya tidak ingin mengirim data grosir ke Gaikindo.

Setelah negosiasi panjang dan mengancam untuk meninggalkannya sebagai anggota Gaikindo, MBI pada akhirnya akan memenuhi tanggung jawabnya sebagai anggota Gaikindo. Tapi kenapa kamu mengulanginya lagi?
Ini juga mengungkapkan bahwa data ritel terjual 2.800 unit mulai Januari hingga Oktober untuk semua model. “Sebagai perusahaan penting, itu adalah pengecer,” katanya.


“Saya tidak ingin membahasnya, jika kita mengatakan bahwa itu bisa menjadi hari … Singkatnya, bagi kami, data grosir adalah rahasia, yang terpenting adalah kami terus menjual dan kami memiliki penjualan data dalam perdagangan eceran,” kata Dennis Kadaruskan, kepala humas di kantor Mercedes-Benz Indonesia (29-12-2017).

Jadi, apa reaksi Gaikindo itu? “Tanya mereka, saya tidak tahu kenapa,” kata Sekretaris Jenderal Kukuh Kumara Gaikindo (28/12/2017). Apakah ada teguran atau sesuatu untuk MBI? “Ya, saya tahu, tapi toleransi punya batas, negara juga punya aturan yang harus dihormati, begitu pula organisasi,” kata Kukuh.

Nah, mulailah serius. Ternyata, selain Gaikindo, MBI juga menerima surat peringatan dari General Tax Manager dan instansi terkait lainnya.

“Pada bulan Januari 2018, Gaikindo akan memutuskan apakah Mercedes-Benz masih anggota Gaikindo atau tidak,” kata Jongkie D. Sugiarto, presiden Gaikindo (29/12/2017). Menakutkan …

Jongkie menambahkan bahwa jika ada anggota Gaikindo, mereka gembira dan memprotes perilaku MBI karena dianggap tidak adil. MBI bisa melihat data grosir lainnya untuk merek, sedangkan merek lain hanya bisa melihat tabel kosong dalam data MBI saja.

Ketika mengajukan permohonan untuk penelitian, kasus ini tampaknya sama seperti pada tahun 2012. Pada awal 2017, direksi memberi petunjuk untuk tidak melaporkan data penjualan karena menyangkut data rahasia.

“Orang Jerman kulit putih di Indonesia bisa berani atau menolak meyakinkan sutradara bahwa jika ingin berbisnis di Indonesia, dia harus menghormati peraturan yang berlaku di sini”. Gaikindo menerima irama dari Keputusan Menteri Keuangan (KMK) tahun 79, 2003, “Jongkie Drink”.

Sudah hampir 8 (delapan) bulan antara Mei dan Desember 2017 agar Gaikindo memberi toleransi Mercedes-Benz untuk mengubah sikapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *